Header

Selasa, 20 Mei 2014

Manajemen Keuangan



BAB I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.
Ada tiga keputusan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan mengenai dividen. Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.
Payback Period (Periode Pengembalian) merupakan suatu keputusan dalam investasi yang sangat memiliki peran penting didalam dunia manajemen, Payback period dapat diartikan dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi.
1.2. Rumusan Masalah
Banyak metode yang digunakan untuk mengevaluasi proyek investasi, apakah layak untuk dilanjutkan atau tidak? Metode tersebut antara lain Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan Payback Period. Metode yang paling banyak digunakan adalah metode payback period. Mengapa? karena metode ini mudah digunakan dan cara perhitungannya yang simpel dalam mengevaluasi kelayakan suatu proyek investasi.
Pada masalah ini, kami akan menjelaskan bagaimana pengambilan keputusan dalam melakukan investasi (Penanaman Modal) yang dilakukan dengan metode dalam penentuan jangka waktu yang dibutuhkan dalam menutupi initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash inflow yang dihasilkan dari proyek tersebut.
1.3 Ruang Lingkup Payback Period
Seorang Manager perlu memperhatikan setiap langkah yang ia jalani dalam dunia manajemen dan dunia usaha, terutama dalam Hal Investasi. Dalam hal ini perlunya perhitungan seberapa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi Dengan perhitungan yang mudah, dan sederhana kita bisa menentukan lamanya waktu pengembalian dana investasi dengan metode payback period. Hal ini menjadi salah satu kelebihan dari metode tersebut.
1.4. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin kami capai dari penulisan karya tulis ini adalah:
1.      Dapat memahami lebih mendalam mengenai ilmu Manajemen Keuangan terutama dalam hal metode investasi (Payback Period) salah satunya.
2.      Dapat memahami tata cara perhitungan Payback Period yang baik dan benar.
1.5. Manfaat
Dengan diselesaikanya makalah ini, kami dapat memberikan manfaat antara lain
1.      Tahu benar akan dunia manajemen terutama manajemen keuangan mengenai Payback Period.
2.      Dapat memahami aspek aspek yang harus dipertimbangkan dalam melakukan investasi karna perlunya perhitungan menggunakan Payback Period.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Payback Period
Apabila kita telah mengumpulkan informasi yang diperlukan. kita sekarang dapat menilai atau mengevaluasi layak tidaknya suatu usulan proyek. Karena pengkajian ini hanya membahas berbagai konsep dasar dari pengujian usulaninvestasi tidalklah berbeda dengan resiko perusahaan saat ini. Dengan demikian, penerimaan suatu proyek investasi baru tidak akan merubah resiko total perusahaan. Pada pengkajian ini kita hanya akan membahas pendekatan untuk menentukan layak tidaknya suatu usulan investasi tersebut. Pendekatan atau metode-metode tersebut adalah Metode Payback Period.
Periode “Payback” menunjukkan berapa lama (dalam beberapa tahun) suatu investasi akan bisa kembali. Periode “Payback” menunjukkan perbandingan antara “initial investment” dengan aliran kas tahunan, dengan rumus umum sebagai berikut : 
Apabila periode payback kurang dari suatu periode yang telah ditentukan proyek tersebut diterima, apabila tidak proyek tersebut ditolak.
Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut juga untuk mengukur kecepatan kembalinya dana investasi.



2.2. Kebaikan dan Kelemahan Payback Period
2.2.1. Kebaikan Payback Period
a.       Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi dengan resiko yang besar dan sulit.
b.      Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya cepat.
c.       Cukup sederhana untuk memilih usul-usul investasi.
2.2.2. Kelemahan Payback Period
a.       Tidak memperhatikan nilai waktu dari uang.
b.      Tidak memperhitungkan nilai sisa dari investasi.
c.       Tidak memperhatikan arus kas setelah periode pengembalian tercapai.
2.3. Rumus Periode Pengembalian Jika Arus Kas Pertahun Jumlahnya Berbeda
Keterangan :
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi mula-mula.

c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n



2.3.1. Contoh Kasus Arus Kas Setiap Tahun Jumlahnya Berbeda
Suatu usulan proyek investasi senilai Rp. 600 juta dengan umur ekonomis 5 tahun, Syarat periode pengembalian 2 tahun, dengan tingkat bunga 12% per tahun, dan arus kas pertahun adalah :
v  Tahun 1 RP. 300 juta
v  Tahun 2 Rp. 250 juta
v  Tahun 3 Rp. 200 juta
v  Tahun 4 Rp. 150 juta
v  Tahun 5 Rp. 100 juta
Arus kas dan arus kas kumulatif
Tahun
Arus kas
Arus kas kumulatif
1
300.000.000
300.000.000
2
250.000.000
550.000.000
3
200.000.000
750.000.000
4
150.000.000
900.000.000
5
100.000.000
1.000.000.000
Ø  Periode pengembalian lebih dari yang disyaratkan oleh perusahaan maka usulan proyek investasi ini ditolak.
2.4. Rumus Periode Pengembalian Jika Arus Kas Pertahun Jumlahnya Sama
v  Periode pengembalian lebih cepat : layak.
v  Periode pengembalian lebih lama : tidak layak.
v  Jika usulan proyek investasi lebih dari satu maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih.
2.4.1. Contoh Kasus Arus Kas Setiap Tahun Jumlahnya Sama
Ketika ada usulan proyek investasi dengan dana Rp. 300 juta (initial investment) dan ditargetkan penerimaan dana investasi setiap tahunnya Rp. 60 juta (cash flow) serta ada syarat periode pengembalian investasi 4 tahun, berapa payback periodnya?
Ø  Ternyata Payback Period melebihi periode yang disyaratkan maka usulan proyek investasi ini ditolak.






BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
            Kombinasi dari beberapa factor menjadikan keputusan investasi sebagai keputusan yang paling penting bagi pengolaan keuangan. Semua bagian didalam perusahaan sangat terpengaruh pada keputusan ini. Kenyataan bahwa akibat keputusan ini berlanjut untuk suatu jangka panjang membuat pengambil keputusan kehilangan fleksibilitasnya, perusahaan harus membuat komitmen untuk masa depan. Suatu kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat memiliki konsekuensi yang serius, jika perusahaan terlalu besar dalam aktiva, maka hal itu dapat menimbulkan beban lainnya yang tinggi yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
3.2. Penutup
            Dari tugas makalah tersebut, banyak hal yang dapat kita pelajari. Seperti halnya yang sudah kami harapkan dan sampaikan pada kata pengantar tugas makalah ini, yaitu semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat menambah wawasan kita dan pemahaman kita mengenai Payback Period.
            Dan demikian makalah yang dapat kami buat. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati atau belum sesuai dengan apa yang diharapkan, kami mohon maaf. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun kami agar dalam tugas-tugas selanjutnya,kami dapat menyelesaikannya dengan lebih baik lagi.





Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar