BAB I
Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang
Manajemen Keuangan
mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan
aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh
dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.
Ada tiga keputusan
yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan mengenai dividen.
Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk,
sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus
kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.
Payback Period (Periode Pengembalian)
merupakan suatu keputusan dalam investasi yang sangat memiliki peran penting
didalam dunia manajemen, Payback period dapat diartikan
dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi.
1.2.
Rumusan Masalah
Banyak
metode yang digunakan untuk mengevaluasi proyek investasi, apakah layak untuk
dilanjutkan atau tidak? Metode tersebut antara lain Net Present Value (NPV),
Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan Payback Period.
Metode yang paling banyak digunakan adalah metode payback period. Mengapa?
karena metode ini mudah digunakan dan cara perhitungannya yang simpel dalam
mengevaluasi kelayakan suatu proyek investasi.
Pada masalah ini, kami akan menjelaskan bagaimana pengambilan
keputusan dalam melakukan investasi (Penanaman Modal) yang dilakukan dengan metode
dalam penentuan jangka waktu yang dibutuhkan dalam menutupi initial investment
dari suatu proyek dengan menggunakan cash inflow yang dihasilkan dari proyek
tersebut.
1.3
Ruang Lingkup Payback Period
Seorang Manager perlu memperhatikan
setiap langkah yang ia jalani dalam dunia manajemen dan dunia usaha, terutama
dalam Hal Investasi. Dalam hal ini perlunya perhitungan seberapa lamanya waktu
yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi Dengan
perhitungan yang mudah, dan sederhana kita bisa menentukan lamanya waktu
pengembalian dana investasi dengan metode payback period. Hal ini menjadi salah
satu kelebihan dari metode tersebut.
1.4.
Tujuan
Adapun tujuan yang ingin kami capai dari penulisan karya
tulis ini adalah:
1.
Dapat
memahami lebih mendalam mengenai ilmu Manajemen Keuangan terutama dalam hal
metode investasi (Payback Period) salah satunya.
2.
Dapat
memahami tata cara perhitungan Payback Period yang baik dan benar.
1.5.
Manfaat
Dengan diselesaikanya makalah ini, kami dapat memberikan
manfaat antara lain
1.
Tahu
benar akan dunia manajemen terutama manajemen keuangan mengenai Payback Period.
2.
Dapat
memahami aspek aspek yang harus dipertimbangkan dalam melakukan investasi karna
perlunya perhitungan menggunakan Payback Period.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Payback Period
Apabila kita telah mengumpulkan
informasi yang diperlukan. kita sekarang dapat menilai atau mengevaluasi layak
tidaknya suatu usulan proyek. Karena pengkajian ini hanya membahas
berbagai konsep dasar dari pengujian usulaninvestasi tidalklah berbeda dengan resiko perusahaan saat
ini. Dengan demikian, penerimaan suatu proyek investasi baru tidak akan merubah
resiko total perusahaan. Pada pengkajian ini kita hanya akan membahas
pendekatan untuk menentukan layak tidaknya suatu usulan investasi tersebut. Pendekatan
atau metode-metode tersebut adalah Metode Payback Period.
Periode “Payback” menunjukkan
berapa lama (dalam beberapa tahun) suatu investasi akan bisa kembali.
Periode “Payback” menunjukkan perbandingan antara “initial investment” dengan
aliran kas tahunan, dengan rumus umum sebagai berikut :
Apabila periode payback kurang dari suatu periode yang telah ditentukan proyek tersebut diterima, apabila tidak proyek tersebut ditolak.
Apabila periode payback kurang dari suatu periode yang telah ditentukan proyek tersebut diterima, apabila tidak proyek tersebut ditolak.
Jangka waktu yang dibutuhkan untuk
mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan
oleh proyek investasi tersebut juga untuk mengukur kecepatan kembalinya dana
investasi.
2.2.
Kebaikan dan Kelemahan Payback Period
2.2.1. Kebaikan Payback Period
a. Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian
investasi dengan resiko yang besar dan sulit.
b. Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate
of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang
jangka waktu pengembaliannya cepat.
c. Cukup sederhana untuk memilih usul-usul investasi.
2.2.2.
Kelemahan Payback Period
a. Tidak
memperhatikan nilai waktu dari uang.
b. Tidak
memperhitungkan nilai sisa dari investasi.
c. Tidak memperhatikan
arus kas setelah periode pengembalian tercapai.
2.3.
Rumus Periode Pengembalian Jika Arus Kas Pertahun Jumlahnya Berbeda
Keterangan :
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum
bisa menutup investasi mula-mula.
c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun
ke – n
2.3.1.
Contoh Kasus Arus Kas Setiap Tahun Jumlahnya Berbeda
Suatu
usulan proyek investasi senilai Rp. 600 juta dengan umur ekonomis 5 tahun,
Syarat periode pengembalian 2 tahun, dengan tingkat bunga 12% per tahun, dan
arus kas pertahun adalah :
v
Tahun 1 RP. 300 juta
v
Tahun 2 Rp. 250 juta
v
Tahun 3 Rp. 200 juta
v
Tahun 4 Rp. 150 juta
v
Tahun 5 Rp. 100 juta
Arus kas dan
arus kas kumulatif
Tahun
|
Arus kas
|
Arus kas kumulatif
|
1
|
300.000.000
|
300.000.000
|
2
|
250.000.000
|
550.000.000
|
3
|
200.000.000
|
750.000.000
|
4
|
150.000.000
|
900.000.000
|
5
|
100.000.000
|
1.000.000.000
|
Ø Periode pengembalian lebih
dari yang disyaratkan oleh perusahaan maka usulan proyek investasi ini ditolak.
2.4.
Rumus Periode Pengembalian Jika Arus Kas Pertahun Jumlahnya Sama
v
Periode pengembalian lebih
cepat : layak.
v
Periode pengembalian lebih
lama : tidak layak.
v
Jika usulan proyek investasi
lebih dari satu maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih.
2.4.1.
Contoh Kasus Arus Kas Setiap Tahun Jumlahnya Sama
Ketika ada usulan
proyek investasi dengan dana Rp. 300 juta (initial investment) dan ditargetkan
penerimaan dana investasi setiap tahunnya Rp. 60 juta (cash flow) serta ada
syarat periode pengembalian investasi 4 tahun, berapa payback periodnya?
Ø Ternyata
Payback Period melebihi periode yang disyaratkan maka usulan proyek investasi
ini ditolak.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Kombinasi
dari beberapa factor menjadikan keputusan investasi sebagai keputusan yang
paling penting bagi pengolaan keuangan. Semua bagian didalam perusahaan sangat
terpengaruh pada keputusan ini. Kenyataan bahwa akibat keputusan ini berlanjut
untuk suatu jangka panjang membuat pengambil keputusan kehilangan
fleksibilitasnya, perusahaan harus membuat komitmen untuk masa depan. Suatu
kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat memiliki konsekuensi yang serius,
jika perusahaan terlalu besar dalam aktiva, maka hal itu dapat menimbulkan
beban lainnya yang tinggi yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
3.2. Penutup
Dari tugas makalah tersebut, banyak hal yang dapat kita pelajari. Seperti
halnya yang sudah kami harapkan dan sampaikan pada kata pengantar tugas makalah
ini, yaitu semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat menambah wawasan
kita dan pemahaman kita mengenai Payback Period.
Dan demikian makalah yang dapat kami buat. Apabila ada kata-kata yang kurang
berkenan di hati atau belum sesuai dengan apa yang diharapkan, kami mohon maaf.
Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun kami agar dalam
tugas-tugas selanjutnya,kami dapat menyelesaikannya dengan lebih baik lagi.
Daftar Pustaka





Tidak ada komentar:
Posting Komentar