BAB I
Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang
Perencanaan diperlukan
dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan
proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan.
Perencanaan diperlukan dalam setiap jenis kegiatan baik itu kegiatan
organisasi, perusahaan maupun kegiatan dimasyarakat, dan perencanaan ada dalam
setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat
melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
1.2.
Rumusan Masalah
Menurut
Newman perencanaan (planning) is
deciding in advance what is to be done. Sedangkan menurut A Allen planning is
the determination of a course of action to achieve a desired result. Pada
dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan apa (what)
siapa (Who) kapan (When) dimana (When) mengapa (why) dan
bagaimana (How) jadi perencanaan
yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan
kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan
serta program-program yang dilakukan. sehingga proses manajemenpun
berjalan dengan semestinya.
1.3
Ruang Lingkup Perencanaan Dalam Manajemen
Perencanaan
yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsur-unsur
perencanaan yaitu :
a.
Apa (what)
:apa yang harus dilakukan mencapai tujuan yang diinginkan ?
b.
Mengapa (why): Mengapa hal tersebut dijadikan sasaran ?
c.
Dimana (where) : dimana ia melakukan pemilihan tempat perusahaan ?
d.
Kapan (when) : Kapan ia akan melakukan ?
e.
Siapa (Who) : Siapa yang akan melakukan ?
f.
Bagaimana (How) : Bagaimana cara melkukannya ?
1.4.
Tujuan
Adapun tujuan yang terdapat dalam perencanaan pada Manajemen
adalah :
1.
Tujuan
pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk kita selaku mahasiswa
yang masih dalam tahap belajar maupun orang lain yang membaca makalah ini.
Dengan rencana, kita atau orang lain (Karyawan) dapat mengetahui apa yang harus
mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus
dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana, departemen atau
organisasi dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara
serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
2.
Sebagai
dasar dan patokan bagi kita selaku mahasiswa akan kegiatan-kegiatan yang ada
dalam organisasi baik pengarahan, penyaluran usaha-usaha maupun kegiatan dari sebuah
organisasi yang mungkin sedang kita jalani atau kita geluti yang ada di STIE
Bina Bangsa Banten.
3.
Sebagai
standar Pembelajaran dan pelaksanaan
dengan melaksanakan diri pada tujuan
yang akan dicapai dalam sebuah Organisasi yang dibuat secara jelas dalam
makalah yang kami susun ini.
1.5.
Manfaat
Dengan diselesaikanya makalah ini, kami dapat memberikan
manfaat antara lain :
1.
Dapat
memahami mengenai Perencanaan dalam ilmu Manajemen.
2.
Dapat
mengetahui ruang lingkup yang ada pada Perencanaan Manajemen.
3.
Juga
tahu akan definisi dari Perencanaan itu sender, dan dikembangkannya dalam
kehidupan sehari-hari kita.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Perencanaan (Planning) Dalam
Manajemen
Perencanaan atau plan adalah dokumen yang digunakan sebagai
skema untuk mencapai tujuan. Rencana biasanya mencakup alokasi sumber daya,
jadwa, dan tindakan-tindakan penting lainnya. Rencana dibagi berdasarkan
cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekuensi penggunaannya. Berdasarkan
cakupannya, rencana dapat dibagi menjadi rencana strategis dan rencana
operasional. Rencana strategis adalah rencana umum yang berlaku di seluruh
lapisan organisasi sedangkan rencana operasional adalah rencana yang mengatur
kegiatan sehari-hari anggota organisasi.
2.2.
Jenis-jenis Perencanaan
Terdapat Delapan jenis Perencanaan, antara lain yaitu :
2.2.1.
SASARAN
Sasaran adalah suatu tujuan yang diinginkan, yang
menganggambarkan lingkup (scope) dengan jelas dan terarah.
2.2.2.
KEBIJAKSANAAN
Kebijaksanaan adalah suatu pernyataan atau
pengertian umum yang yang dijadikan dasar untuk membuat dan menentukan
keputusan. Keputusan-keputusan tersebut harus dapat menjamin dan membantu
sesuai dengan arah serta tujuannya.
2.2.3.
PROSEDUR
Prosedur adalah rencana yang menunjukkan pemilihan
cara bertindak dan berhubungan kegiatan-kegiatan diwaktu yang akan datang,
2.2.4.
PERATURAN
ATAU KETETAPAN
Peraturan adalah aturan-aturan yang ditetapkan dan
harus di taati.
2.2.5.
PROGRAM
Program adalah suatu rencana yang telah menggambarkan
rencana secara nyata (kongkrit). Dapat disebutkan nyata karena dalam program
sudah tercantum adanya sasaran , kebijaksanaan, prosedur maupun anggarannya.
2.2.6.
ANGGARAN
Anggaran adalah suatu rencana yang menggambarkan
tentang penerimaan dan pengeluaran yang akan dilakukan oleh berbagai bidang
yang ada dalam organisasi atau perusahaan. Dalam anggaran hendaknya dicantumkan
mengenai besarnya biaya dan hasil yang diperoleh, sehingga anggaran tersebut
rasional.
2.2.7.
STRATEGI
Strategi adalah ssuatu siasat untuk menentukan
tindakan-tindakan diwktu yang akan datang daalam rangka mencapai tujuan.
Ada
beberapa faktor yang sngat penting untuk menentukan suatu strategi antara lain:
1. Pengaruh
lingkungan ekstern maupun intern terhadap perusahaan.
2. Faktor-faktor
ekonomis, sosial, psikologis dan geografis.
3. Faktor-faktor
sosio-kultural dan hokum.
2.2.8.
METODE
Metode adalah
hasil penentuan cara pelaksaanaan tugas dengan pertimbangan yang memadai
menyangkut tujuan, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan jumlah penggunaan
waktu, uang serta usaha.
2.3. Ramalan & Teknik Perencanaan
Untuk
membuat suatu perencanaan yang baik, sebuah perusahaan perlu sekali melakukan
beberapa ramalan mengenai:
a. Peramalan
ekonomi
b. Pengawasan
pemerintah dan tindakan pajak
c. Permintaan
hasil-hasil industry
d. Tingkah
laku para konsumen
e. Pertimbangan
–pertimbangan secara etis dan sosial
f. Penjualan
produk-produk setiap perusahaan industry
Ramalan adalah
asumsi-asumsi yang menjadikan dasar
kejadian-kejadian dimasa datang yang yang dapat mempengaruhi perencanaan.
2.4.
Maksud Perencanaan
Didalam
setiap perencanaan terkandung beberapa maksud antara lain :
a. Sebagai
dasar dalam pengendalian
b. Sebagai
alat ukur keberhasilan dalam pekerjaan
c. Sebagai
dasar dari salah satu fungsi manajer yang meliputi pemilihan alternative-alternatif
tujuan, kebijaksanaan dan prosedur
d. Sebagai
gambaran yang sangat jelas dan lengkap tentang bidang pekerjaan
e. Sebagai
pedoman bagi kegiatan-kegiatan pekerjaan agar dapat dilaksanakan secara teratur
dan bertujuan
f. Sebagai
salah satu usaha untuk memperkecil resiko yang akan di hadapi di waktu yang
akan datang
g. Sebagai
standar untuk pekerjaan agar sesuatunya terjadi sesuai dengan keinginan.
h. Sebagai
salah satu alternative untuk melakukan sesuatu tindakan.
i.
Sebagai dasar untuk bertindak ekonomis.
j.
Merupakan suatu proses pemikiran untuk
menentukan tindakan – tindakan berdasarkan keputusan – keputusan mengenai
tujuan, fakta dan ramalan.
2.5.
Syarat-syarat Perencanaan & Rencana
2.5.1. Syarat-syarat Perencanaan
Perencanaan yang baik harus
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Harus
merumuskan dahulu masalah-masalah yang akan di rencanakan
2. Harus
diasarkan pada informasi, data dan fakta.
3. Harusa
dapat menentukan alternative-alternatif dan ramalannya
4. Harus
dapat memutuskan suatu keputusan yang menjadi rencana
2.5.2. Syarat-syarat Rencana
Suatu rencana yang baik minimal
harus dibuat dengan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Mempunyain
tujuan yang jelas, obyektif dan rasional
2. Penafsirannya
hanya satu dan mudah dipahami
3. Dapat
dikeerjakan secara berkelompok
4. Harus
meliputi tindakan-tindakan yang akan dilakukan
2.6.
Jangka Waktu Dalam Rencana atau Perencanaan
Secara garis besarnya jangka waktu rencana dapat
dibedakan menjadi:
1. Rencana
Jangka Panjang (lebih dari 5 tahun)
2. Rencana
Jangka Menengah (antara 2-5 tahun)
3. Rencana
Jangka Pendek (antara 1-2 tahun)
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Perencanaan
didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana
hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan,
tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti. Para
manajer mungkin membuat rencana untuk stabilitas (plan for stability), rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) atau para manajer
mungkin juga membuat rencana untuk situasi yang berbeda (plan for contingencyi).
3.2. Penutup
Dari tugas makalah tersebut, banyak hal yang dapat kita pelajari. Seperti
halnya yang sudah kami harapkan dan sampaikan pada kata pengantar tugas makalah
ini, yaitu semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat menambah wawasan
kita dan pemahaman kita mengenai Perencanaan dalam Manajemen dan dapat
merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai Mahasiswa STIE Bina
Bangsa Banten.
Dan demikian makalah yang dapat kami buat. Apabila ada kata-kata yang kurang
berkenan dihati atau belum sesuai dengan apa yang Anda harapkan, kami mohon
maaf. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun kami agar
dalam tugas-tugas selanjutnya kami dapat menyelesaikannya dengan lebih baik
lagi.