BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk
berinteraksi, beker sama, dan mengidentifikasikan diri dalam suatu masyarakat
bahasa. Anggota masyarakat bahasa biasanya terdiri atas berbagai status social
dan latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan tersebut berdampak pada
variasi penggunaan bahasa oleh masyarakat. Berkaitan dengan variasi bahasa, ada
tiga istilah yang perlu diketahui, yaitu idiolek berkaitan dengan variasi
bahasa perseorangan, dialek merupakan variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok
masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu, dan ragam yang merupakan variasi
bahasa yang digunakan untuk situasi tertentu (formal dan nonformal).
Pada dasarnya dialek merupakan salah satu kajian linguistic,
yaitu dialektologi yang mengkaji secara utuh. Namun perbedaan itu tidak sampai
menyebabkan munculnya bahasa yang berbeda. Perbedaan tersebut tidak mencegah
mereka untuk secara keseluruhan merasa memiliki satu bahasa yang sama. Oleh
karena itu, cirri utama dialek adalah perbedaan dalam kesatuan dan kesatuan
dalam perbedaan.
Selanjutnya
dikemukakan bahwa dialek ini memiliki dua ciri, yaitu :
1. Seperangkat
ujaran setempat yang berbeda-beda, yang memiliki ciri-ciri umum dan
masing-masing lebih mirip sesamanya dibandingkan dengan bentuk ujaran yang lain
dari bahasa yang sama.
2. Dialek
tidak harus mengambil semua bentuk ujaran dari sebuah bahasa.
Variasi bahasa tersebut diduga terjadi di daerah Kecamatan
Pulomerak Kota Cilegon Banten karena di sana ditemukan masyarakat penutur
bahasa Sunda dan masyarakat penutur bahasa Jawa. Berdasarkan hal itu, Kecamatan
Pulomerak Kota Cilegon diambil sebagai daerah titik pengamatan untuk melihat
wilayah mana saja yang termasuk kantung bahasa Sunda dan kantung bahasa Jawa.
Hal ini sekaitan dengan tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui
kondisi keaneka ragaman bahasa di Banten khususnya Kecamatan Pulomerak Kota
Cilegon Banten.
Dengan adanya pengetahuan terhadap kondisi kebahasaan di
Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon tersebut diharapkan diperoleh gambaran umum
kondisi kebahasaan di Kota Cilegon Banten, dan penerimaan bahasa pada tataran
kosakata yang sekaitan dengan keaneka ragaman bahasa, khususnya dalam kajian
dialek secara lengkap.
Berdasarkan data-data diatas, penulis tertarik untuk menyusun
laporan penelitian mengenai dialek bahasa yang bervariasi pada suatu daerah
dengan judul “Keaneka Ragaman Bahasa Di Banten”. Khususnya di Kecamatan
Pulomerak Kota Cilegon. Dengan melakukan penelitian ini, penulis ingin
mengetahui ragam variasi dialek bahasa daerah yang ada di Kecamatan Pulomerak
dilihat dari struktur kosakata dan juga letak dialeknya.
1.2. Identifikasi Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telah dijelaskan diatas
bahwa yang menjadi masalah penelitian ini adalah Variasi bahasa yang terjadi di
daerah Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten.
1.3. Batasan Masalah
Ruang lingkup penelitian ini hanya di daerah Kecamatan
Pulomerak Kota Cilegon yang di ambil adalah 2 titik pengamatan yaitu Desa
Mekarsari dan Desa Tamansari.
1.4. Rumusan Masalah
Sebagaimana telah dijelskan bahwa penelitian Ragam Bahasa
Banten ini diperlukan untuk melihat gambaran umum kondisi kebahasaan yang
terjadi di daerah titik pengamatan. Yaitu di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon.
Adapun masalah-masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
a. Bagaimanakah
deskripsi pernedaan bahasa yang terjadi di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon
Banten berdasarkan perbandingan dari Desa Mekarsari dan Desa Tamansari.
b. Bagaimanakah
pemetaan dialek di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten.
1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
a. MeMemperoleh
gambaran tentang keanekaragaman bahasa yang ada di Banten, khusunya Kecamatan
Pulomerak Kota Cilegon Banten.
b. Memetakan
dialek di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon.
1.5. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran
kebahasaan di daerah Kota Cilegon khususnya Kecamatan Pulomerak, dan sebagai
upaya pelestarian dan pemertahanan bahasa daerah yang ada di Indonesia.
1.6. Definisi Operasional
Definisi
operasional yang berkenaan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :
A. Keanekaragaman
Bahasa Akan Dialek Daerah di Kecamatan Pulomerak adalah penelitian pemakaian
bahasa Daerah (Bahasa Sunda dan Jawa) di wilayah Kecamatan Pulomerak dan
berusaha menggambarkan dialek yang dipakai di wilayah Kecamatan Pulomerak
dengan wujud pemetaan.
B. Kosakata
dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar kosakata yang
berhubungan dengan :
a. Kata
ganti, sapaan, dan acuan
b. Bagian
Tubuh dan
c. Sistem
kekerabatan.
BAB II
PRMBAHASAN
2.1. Deskripsi Bahasa Di Kecamatan
Pulomerak
Dalam rangka memetakan gambaran kebahasan di Kecamatan
Pulomerak Kota Cilegon Banten, langkah yang ditempuh Peneliti adalah menjaring
data kebahasaan di lapangan. Variasi atau Dialek kebahasaan di wilayah
Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon menampilkan 2 titik pengamatan yang dijadikan
sampel, yaitu Desa Mekassari dan Desa Tamansari.
Data yang dikumpulkan di lapangan itu berjumlah 35 pertanyaan
berdasarkan kosakata yang berkaitan dengan kata ganti, sapaan dan acuan juga
kosakata bagian tubuh dan kosakata yang berkaitan dengan sistem kekerabatan.
Daftar pertanyaan tersebut terdiri atas 7 kosakata berkaitan
dengan kata ganti, sapaan, dan acuan; 20 kosakata berkaitan dengan bagian
tubuh; dan 8 kosakata berkaitan dengan system kekerabatan yang ada di wilayah
yang diteliti.
2.2. Perbandingan Kata
Pada bagian ini akan dibahas beberapa kasus bagaimana bentuk
kosakata dasar yang telah dimodifikasi untuk berbagai kata dalam bahasa daerah
Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten. Satu konsep dapat saja hanya terdiri
atas satu berian, akan tetapi dapat juga satu konsep diwakili oleh beberapa
berian. Uraian persebaran Kosakata dan beriannya terdapat pada tabel berikut :
2.2.1. Kosakata kata ganti, sapaan dan acuan
:
|
Kosakata
|
Bahasa Di Desa
Mekarsari
|
Bahasa Di Desa
Tamansari
|
|
Dia
|
Manehna, Sire
dan dia
|
Sire dan dia
|
|
Kami
|
Urang, abdi dan
kita
|
Kita dan kami
|
|
Kamu
|
Maneh, sire dan
kamu
|
Sire dan kamu
|
|
Nama
|
Nami, aran dan
nama
|
Aran dan nama
|
|
Perempuan
|
Awewe, wadon dan
perempuan
|
Wadon dan
perempuan
|
|
Saya
|
Abdi, Kite dan
saya
|
Kite dan Saya
|
|
Orang
|
Jelema, Uwong
dan orang
|
Uwong dan Orang
|
2.2.2. Kosakata Bagian Tubuh :
|
Kosakata
|
Bahasa Di Desa
Mekarsari
|
Bahasa Di Desa
Tamansari
|
|
Alis
|
Halis dan alis
|
Alis
|
|
Dada
|
Dada
|
Dada
|
|
Daging
|
Daging
|
Daging
|
|
Dagu
|
Janggu, Gado
|
Dagu, Janggut
|
|
Dahi
|
Sirah Saentik
dan Batok
|
Batok
|
|
Darah
|
Geutih dan darah
|
Getih
|
|
Gigi
|
Huntu dan gigi
|
Untu
|
|
Gusi
|
Gugusi dan gusi
|
Gusi
|
|
Hati
|
Hate dan hati
|
Ati
|
|
Hidung
|
Irung dan hidung
|
Cungur
|
|
Ibu jari
|
Jempol
|
Jempol
|
|
Kulit
|
Kulit
|
Kulit
|
|
Kutu
|
Kuar dan kutu
|
Tuma
|
|
Lemak
|
Lintuh dan lemak
|
Gajih dan lemak
|
|
Lidah
|
Letah dan lidah
|
Ilat
|
|
Mata kaki
|
Kengkeongan dan
mata kaki
|
Mata kaki
|
|
Perut
|
Beuteung dan
perut
|
Weteng
|
|
Pinggang
|
Cangkeng dan
perut
|
Beboyok
|
|
Pundak
|
Taktak dan
Pundak
|
Punduk
|
|
Pusar
|
Bujal dan pusar
|
Udel
|
2.2.3. Kosakata Sistem Kekerabatan :
|
Kosakata
|
Bahasa Di Desa
Mekarsari
|
Bahasa Di Desa
Tamansari
|
|
Adik
|
Adi dan adik
|
Adi
|
|
Anak
|
Budak dan anak
|
Anak
|
|
Ayah
|
Bapa dan ayah
|
Bapak
|
|
Kakek
|
Aki dan kakek
|
Bapak tua
|
|
Nenek
|
Nene dan nenek
|
Nini
|
|
Istri
|
Pamajikan dan
istri
|
Rabi
|
|
Kakak
|
Lanceuk dan
kakak
|
Kakang
|
|
Mertua
|
Mitoha dan
mertua
|
Mertua
|
BAB III
METODE DAN TEKNIK
PENELITIAN
3.1. Metode Kajian
Senada dengan tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini,
yakni berusaha menggambarkab secara objektif dan tepat aspek keaneka ragaman
bahasa yang ada di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten, maka penelitian ini
bersifat deskriptif. Perlu dicatat bahwa penelitian ini tidak mempertimbangkan
benar dan salahnya penggunaan bahasa oleh penuturnya sehingga data bahasa
tersaji apa adanya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ialah metode
pupuan lapangan meliputi pencatatan langsung dan perekaman. Pada teknik
pencatatan peneliti secara langsung mencatat berian yang dijawab oleh informan.
System pencatatan menggunakan transkripsi fonetis. Sedangkan teknik perekaman
dilakukan untuk mengantisipasi terdistorsinya data hasil pencatatan.
3.2. Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dialek
kebahasaan dalam bahasa daerah yang dipergunakan masyarakat di seluruh desa
Kecamatan Pulomerak berupa aspek keanekaragaman bahasa yang ada di Banten.
3.3. Sampel Penelitian
Sampel penelitian ini berjumlah 35 Kosakata, terdiri atas 7
Kosakata berkaitan dengan kata ganti, sapaan, dan acuan; 20 Kosakata berkaitan
dengan bagian tubuh; dan 8 Kosakata berkaitan dengan sistem kekerabatan, yang
dipergunakan masyarakat di 2 desa yang ada di Kecamatan Pulomerak (Desa Mekarsari
dan Desa Tamansari), berupa aspek keanekaragaman bahasa di Banten.
3.4. Sumber Data
Adapun
yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang yang
memenuhi syarat-syarat :
a. Penduduk
asli Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon
b. Berjenis
kelamin Pria dan Wanita
c. Berusia
antara 20-40 tahun (tidak pikun)
d. Berpendidikan
maksimal SMA atau SLTA
e. Berstatus
social menengah
f. Dapat
berbahasa atau mengerti Bahasa Indonesia
g. Tidak
cacat berbahasa dan memiliki pendengaran yang tajam untuk menangkap
pertanyaan-pertanyaan dengan tepat.
3.5. Data Korpus
Data
yang didapatkan dari para sumber data adalah jawaban lisan dari daftar
pertanyaan yang diajukan. Data tersebut berupa :
a. Kosakata
bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat
b. Biodata
pembahan
c. Data
wilayah yang ditempati informan, dan
d. Berupa
hasil wawancara, baik secara pertanyaan terarah, bertanya langsung atau tidak
langsung kepada kosakata yang ditanyakan.
3.6. Teknik Penelitian
3.6.1. Teknik Pengumpulan Data
Sebagaimana
telah dijelaskan sebelumnya dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan
dengan metode pupuan lapangan, yaitu pencatatan langsung serta perekaman.
Adapun
langkah-langkah teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
a. Observasi,
dimaksudkan untuk memperoleh data tentang gambaran daerah penelitian.
b. Studi
lapangan yang mencakup :
1. Bertanya
langsung ke hal yang ditanyakan.
2. Cakapan
terarah, yaitu memulai pembicaraan dengan hal-hal yang sangat umu kemudian ke
hal yang ditanyakan.
3. Bertanya
untuk memperoleh jawaban berganda.
4. Rekaman
dan wawancara.
3.6.2. Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis data, peneliti
membagi penganalisisan ke dalam Empat tahap pengerjaan, diantaranya adalah :
Proses transkripsi, klasifikasi, pemetaan, dan pembandingan antar titik daerah
pengamatan. Pertama data bahasa hasil wawancara yang telah didapat selanjutnya
ditranskripsi secara fonetis. Kedua, setelah data tersebut ditranskripsi
fonetis, setiap berian diklasifikasikan berdasarkan aspek keanekaragaman bahasa
Banten. Pada penelitian ini, aspek yang akan dianalisis hanya tataran perbedaan
atau perbandingan bahasa yang ada antara Desa Mekarsari dengan Desa Tamansari
di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten. Jalannya penelitian dapat dilihat
dalam table berikut :
3.6.3. Tabel Kegiatan Penelitian
Tujuan Kegiatan
Hasil
1. Inventarisasi
bentuk bahasa yang terdapat diseluruh daerah titik pengamatan 1. Persiapan :
a. Penyusunan
draf penelitian
b. Penentuan
daerah titik pengamatan
2. Sosialisasi
Penelitian :
a. Uji
coba penelitian atau latihan penelitian dalam pewawancaraan.
3. Pengumpulan
data :
a. Pemilahan
pembahan (Informan)
b. Pengambilan
data atau proses wawancara
c. Pentranskripsian
data wawancara
d. Draf
Penelitian
e. Terpilihnya
lokasi penelitian
4. Penelitian
siap dilaksanakan dengan kesiapan yang ada.
a. Terpilihnya
informan pada setiap titik daerah pengamatan
b. Data
kebahasaan tercatat atau terkumpul
c. Data
ditranskripsi fonetis
5. Mendeskripsikan
perbedaan unsur-unsur kebahasaan dan pemetaan perbedaan-perbedaan tersebut. 4.
Analisis data :
a. Mengfklasifikasikan
berian berdasarkan aspek keaneka ragaman bahasa yang ada.
b. Mengidentifikasikan
perbedaan pada tataran keaneka ragaman bahasa di Banten.
c. Memindahkan
data yang sudah diidentifikasikan ke dalam bentuk tulisan yang serapih mungkin.
d. Klasifikasi
berian berdasarkan aspek keaneka ragaman bahasa yang ada
e. Perbedaan
pada tataran keaneka ragaman bahasa di Banten.
f. Memperoleh
data fonetis dari keseluruhan berian yang digunakan
3.7. Deskripsi Daerah Penelitian
3.7.1. Gambaran Umum Daerah Penelitian
Kecamatan Pulomerak terletak strategis di Ujung Barat Pulau
Jawa merupakan perlintasan Arus Barang dan Jasa baik yang menuju Pulau Sumatra
Maupun yang menuju Pulau Jawa, Keadaan alam Kecamatan Pulomerak yang mendukung
Kegiatan Sektor Industri, juga tinggi siklus Perekonomian di Wilayah Pulomerak
yang mendorong pertumbuhanInvestasi baik berskala kecil, menengah dan besar.
Dan kondisi masyarakat yang heterogen.
3.7.2. Visi Kecamatan Pulomerak
“Mewujudkan Kecamatan Pulomerak yang transformative dan
Informatif dalam peningkatan kualitas pelayanan menuju masyarakat sejahtera”.
3.7.3. Misi Kecamatan Pulomerak
1.
Menerapkan tranformasi birokrasi dalam menjalankan
fungsi pelayanan dan pemberdayaan kepada masyarakat.
2.
Menerapkan e-govemment dalam menjalankan fungsi
pelayanan dan pemberdayaan kepada masyarakat.
3.
Meningkatkan potensi perekonomian Kecamatan melalui
pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
4.
Meningkatkan fasilitas dan utilitas penunjang sector
industri, perdagangan dan jasa.
5.
Menciptakan keseimbangan dan keselarasan tata ruang
wilayah serta kelestarian lingkungan hidup.
3.7.4. Tujuan dan Sasaran Misi Kecamatan
Pulomerak
Misi
1 : Menerapkan transformasi birokrasi dalam menjalankan fungsi pelayanan dan
pemberdayaan kepada masyarakat.
Tujuan
: Meningkatkan kualitas dan pelayanan yang berdaya saing pada masyarakat sesuai
dengan ketentuan dan perkembangan jaman.
Sasaran
: Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan kepemerintahan yang prima dalam
upaya menyejahterakan rakyat.
Misi
2 : Menerapkan e-government dalam menjalankan fungsi pelayanan dan pemberdayaan
kepada masyarakat.
Tujuan
: Penyediaan sarana dan prasarana penunjang sistem informasi pemerintah
kecamatan yang terintegrasi dalam sistem e-government pemerintah Kota Cilegon
dalam penyediaan informasi pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sasaran
: Tersedianya kemudahan akses masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan
pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Misi
3 : Meningkatkan potensi perekonomian kecamatan melalui pemberdayaan ekonomi
kerakyatan.
Tujuan
: Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam upaya pemanfaatan sumber daya
perekonomian.
Sasaran
: Peningkatan taraf hidup masyarakat dengan pemanfaatan sumber daya ekonomi
yang potensial di wilayahnya.
Misi
4 : Meningkatkan fasilitas dan utilitas penunjang sektor industri, perdagangan,
dan jasa.
Tujuan
: Terlaksananya pembangunan kewilayahan yang berkesinambungan dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sasaran
: Terwujudnya prasarana dan sarana berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial
sebagai penunjang kegiatan pembangunan.
Misi
5 : Menciptakan keseimbangan dan keselarasan tata ruang wilayah serta
kelestarian lingkungan hidup.
Tujuan
: Terciptanya keselarasan dan harmonisasi pembangunan yang terintegrasi dengan
lingkungan sekitar.
Sasaran
: Terwujudnya penataan wilayah kecamatan yang tertib sesuai dengan Rencana Tata
Ruang dan Wilayah (RTRW) dan karekteristik wilayah.
3.8. Data Monografi
3.8.1. Letak Geografi dan Keadaan Alam
Kecamatan Pulomerak
Kecamatan Pulomerak secara geografis terletak antara 50 851 –
60 101 Lintang Selatan dan 1050 91 – 1060 21 Bujur Timur, dengan batas-batas
wilayahnya :
Ø
Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan
Puloampel
Ø
Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan
Bojonegara
Ø
Sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda
Ø
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan
Grogol
Wilayah Kecamatan Pulomerak sebagian besar adalah daratan
rendah yang memiliki ketinggian kurang dari 500 mdpl. Dan memiliki banyak
pegunungan dan letak pesisir laut yang sangat luas.
Kecamatan Pulomerak memiliki luas wilayah 2062,99 Ha, bila
dibandingkan dengan total luas Kota Cilegon maka luas Kecamatan Pulomerak hanya
sekitar 6,80% saja. Kecamatan Pulomerakmemiliki 4 buah desa yaitu Desa
Suralaya, Desa Lebakgede, Desa Tamansari dan Desa Mekarsari, dan yang menjadi
titik pengamatan pada penelitian ini adalah hanya 2 desa, yaitu Desa Mekarsari
dan Desa Tamansari.
3.8.2. Kependudukan
Penduduk Kecamatan Pulomerak berjumlah 45.656 Jiwa, terdiri
dari Desa Suralaya 7.013 jiwa, Desa Lebakgede 11.856 jiwa, Desa Tamansari
15.000 jiwa, dan Desa Mekarsari 11.787 jiwa. Dengan kepadatan penduduk 856
orang/km2 serta laju pertambahan penduduk 2.8%.
3.8.3. Agama
Mayoritas penduduk Kecamatan Pulomerak memiliki semangat
religious ke-Islaman yang kuat dengan tingkat toleransi yang tinggi, Sebagian
besar anggota masyarakat memeluk agama islam, tetapi pemeluk agama lain dapat
hidup berdampingan dengan damai.
3.8.4. Bahasa
Berdasarkan penelitian kami, Kecamatan Pulomerak memiliki
berbagai bahasa yang pada umumnya mereka berbahasa Indonesia dan Sunda adalah
para pendatang atau perantau dari luar kota. Sedangkan penduduk asli setempat
berbahasa jawa.
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1. Simpulan
Berdasarkan hasil pembahasan pada bab-bab sebelumnya,
mencakup perbandingan kosakata yang ada di Kecamatan Pulomerak mengenai Kata
ganti, sapaan dan acuan juga bagian tubuh dan system kekerabatan, maka dapat
diambil simpulan berikut :
1. Berdasarkan
deskripsi perbandingan kosakata yang ada dari 35 daftar tanyaan yang disasarkan
pada daftar kosakata hasil modifikasi peneliti, dapat disimpulkan bahwa di
daerah titik pengamatan Desa Mekarsari dan Desa Tamansari ditemukan 35 kosakata
yang menunujukan adanya perbedaan atau dialek bahasa antara keduanya.
2. Berdasarkan
hasil wawancara yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwasanya bahasa
yang ada di Kecamatan Pulomerak adalah bahasa jawa dikarenakan bahasa sunda
merupakan bahasa bawaan pendatang yang menetap di Kecamatan tersebut.
4.2. Saran
Penelitian ini hanya meliputi Kecamatan Pulomerak khusunya di
2 titik pengamata, yaitu Desa Mekarsari dan Desa Tamansari. Sehingga data yang
diperolehpun hanya mencakup deskripsi perbedaan dan perbandingan kata kerabat
serta korespondensi bunyi yng dipetakan di tiga daerah titik pengmatan
tersebut, maka disarankan bagi para peneliti untuk melakukan penelitian lebih
jauh lagi.
Berdasarkan hasil temuan yang menunujukan adanya kantung
bahasa Jawa dan Sunda pada Kecamatan Pulomerak dan kemungkinan besar ditemukan
juga pada desa lainnya yang belum diteliti. Maka dari itu, disarankan untuk
melakukan penelitian lanjutan secara diakronik, sehingga dapat ketahui
kemungkinan adanya kantung bahasa Jawa dan Sunda pada desa lainnya.
MINTA IJIN KOPAS YA ^_^
BalasHapusMonggo monggo ...
BalasHapusmantap gan, ngikut copast yakk
BalasHapusijin copas buat referevsi ya kk ^_^
BalasHapus